Halaman

Larangan menyebut seandainya

Apabila ditimpa musibah, disyariatkan untuk tidak menyebut seandainya atau perkataan yang semaksud dengannya kerana ia adalah bentuk penyesalan. Dilarang kita untuk berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wa taa’la.

Contoh perkataan yang sering kita dengar apabila ditimpa kejadian yang tidak di sukai seperti, “Seandainya tadi aku tidak melakukan itu atau aku tidak datang  tentu tidak terjadi begini dan begini”

Hal ini termasuk larangan karena
ia tanda berpaling dari takdir Allah Subhanahu wa Ta'ala berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Bersungguh-sungguhlah pada suatu yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah dan janganlah merasa lemah ! Jika kamu tertimpa sesuatu, janganlah kamu mengatakan, “Seandainya saya mengerjakan begini maka akan terjadi begini” akan tetapi ucapkanlah, “Allah sudah mentakdirkan dan apa yang Dia dikehendaki Allah pasti akan terjadi”. Sesungguhnya ucapan, ‘Seandainya’ akan membuka peluang syaithan.”

[HR. Muslim]

Namun diperbolehkan mengucapkan perkataan seandainya pada ungkapan yang tidak menunjukkan penyesalan seperti:

a). Jika lafaz ‘seandainya’dimaksudkan sek
adar pemberitahuan, maka hal diperbolehkan. Misalnya, “Seandainya engkau datang, aku pasti akan memuliakanmu !” atau “Seandainya aku tahu engkau ada, pasti aku akan mengunjungimu !”

b). Jika dimaksudkan untuk pengharapan terhadap perkara yang di syari’atkan, maka hal itu dianjurkan bahkan disunnahkan. Contoh, “Seandainya aku memiliki kemampuan, maka aku akan berhaji” atau “Seandainya aku memiliki harta, maka aku akan bershadaqah” Hal ini berdasarkan kisah dua orang yang diceritakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam hadis  yang masyhur.

Dunia ini hanya milik empat golongan. Kemudian Beliau menyebutkan dua orang. Seseorang yang diberi harta oleh Allah lalu dia menginfakkan hartanya di jalan Allah, dan seseorang yang tidak diberi harta tetapi dia berkata, “Seandainya aku memiliki harta seperti Fulan, sungguh aku pasti beramal sebagaimana dia beramal.

[Shahih Jami’ 3024]

Baca Hadis Lain...