February 28, 2017

Jangkamasa waktu antara azan dan iqamat



Antara Azan dan Iqamat adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Berapakah sela masa antara azan dan iqamat dalam sunnah. Disini dibawa hadis yang menjelaskan sela waktu itu adalah seperti seukuran masa seseorang buang hajat, atau seukuran masa seseorang sedang makan bagi membolehkan seseorang bersolat dan berdoa antara waktu tersebut.

"Jadikanlah antara adzanmu dengan iqâmahmu kelonggaran seukuran mu’tashir (orang buang hajat) menyelesaikan hajatnya dengan tenang, dan seukuran orang yang sedang makan selesai dari makannya dengan tenang!” 

[HR. At-Tirmidzi, no. 195, dan lain-lain. Hadits ini dihukumi sebagai hadits hasan oleh syaikh al-Albani dalam Silsilah ash–Shahîhah, no. 887. Lafazh hadits ini mengikuti yang tertulis di dalam Silsilah ash–Shahîhah]






Dari Abdullah bin Mughaffal al-Muzani, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara setiap dua adzan (yang dimaksudkan dua adzan adalah adzan dan iqomah) ada shalat” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan tiga kali bagi orang yang menghendaki”. 

[HR. Al-Bukhâri, no. 624]

Keutamaan Zikir kepada Allah

Sabda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , 

“Apakah kalian mau aku kabarkan tentang amal shaleh yang terbaik, yang paling suci (mulia) di sisi (Allâh) Yang Maha Kuasa, 

yang paling meninggikan kedudukan kalian (di Surga nanti), dan amal itu lebih utama bagi kalian daripada bersedekah dengan emas dan perak, 

serta lebih baik daripada kalian bertemu dengan musuh (di medan jihad) lalu kalian memenggal leher mereka dan mereka memenggal leher kalian?”. 

Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Iya kami mau, (wahai Rasûlullâh). Lalu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “(Amal shaleh itu adalah) berzikir kepada Allâh Azza wa Jalla"





HR at-Tirmidzi V/459, Ibnu Mâjah no. 3790, Ahmad V/195 dan al-Hâkim I/673. Hadits ini dihukumi berderajat shahîh oleh Imam al-Hâkim, al-Hâfizh Ibnu Hajar (Fathul Bâri VI/5) dan Syaikh al-Albâni.

Rahmat Allah atas orang Beriman

Iman Ahmad meriwayatkan dari Anas bin Malik radhiallahu anhu. Katanya Rasulullah shallalahu alai wassalam bersabda:

Allah azza wajjala berfirman :

" Wahai anak adam! Jika kamu mengingatku dalam dirimu, niscaya aku akan mengingat dirimu dalam diriku. Jika kau mengingatku ditengah ramai ( manusia ), niscaya aku akan mengingatmu di tengah kumpulan malaikat. 




Atau  dia menuturkan, di tengah kumpulan yang lebih baik darinya dan jika kau mendekat kepadaku satu hasta nescaya aku akan mendekat kepadamu satu depa. Jika kau mendekat kepadaku sedepa maka aku akan mendekat kepadamu sejengkal. Dan jika kau mendatangiku dengan berjalan nescaya aku akan mendatangimu dengan berlari"

Hadis sahih riwayat Bukhari. Dipetik dari kitab tafsir ibnu katsir.