Halaman

Bentuk keimanan kepada rasul



Allah Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada seluruh manusia untuk memeluk agama Islam kerana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus untuk seluruh manusia.

Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla:

“Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah Rasul (utusan) Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Dia, Yang menghidupkan dan Yang me-matikan.’ Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada Kalimat-kalimat-Nya (Kitab-kitab-Nya) dan ikutilah ia, agar kamu mendapat petunjuk.”[Al-A’raaf: 158]



Hal ini juga sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Demi (Rabb) yang diri Muhammad ada di tangan-Nya, tidaklah mendengar seseorang dari ummat Yahudi dan Nasrani tentang diutusnya aku (Muhammad), kemudian ia mati dalam keadaan tidak beriman dengan apa yang aku diutus dengannya (Islam), niscaya ia termasuk penghuni Neraka.”

HR. Muslim 

Mengimani Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah termasuk dalam rukun iman. Iaitu beriman bahwa dia adalah nabi yang diutus kepada seluruh umat untuk meyampaikan risalah wahyu. Beriman dengan membenarkan apa yang disampaikan yang berupa wahyu dari Allah azza wajalla. Beriman dengan rasul adalah seperti yang diucapkan dalam kalimah syahadah dan membenarkannya dengan mengikut sunnahnya. Mengingkari tentang kerasulannya atau enggan mengikuti sunnahnya adalah bentuk pengingkaran yang mengeluarkannya dari keimanan.

lihat Video :